Thursday, May 19, 2011

POSTING GALAU ABIS LULUS.

“Sahabat”

Siapakah sahabat itu? Mari kuberitahu…

Ia adalah orang yang dengannya

Kamu berani untuk menjadi dirimu sendiri.

Dengannya jiwamu dapat telanjang.

Dan ia tidak akan memintamu untuk mengenakan apapun,

Kecuali menjadi dirimu sendiri.

Ia tidak menghendakimu untuk menjadi lebih baik

Atau lebih buruk.

Saat kau berada dekat sahabatmu,

Kau merasa seperti seorang napi yang baru saja dibebaskan,

Atau seperti seorang tersangka

Yang baru saja dinyatakan tak bersalah.

Kau tak perlu berjaga-jaga,

Kau dapat mengatakan apa yang kau pikirkan,

Sejauh itu asli dari dirimu.

Ia memahami segala kontradiksi yang ada dalam dirimu

Yang kerap membuat orang lain salah menilaimu.

Dengan sahabat kau dapat bernafas bebas,

Menunjukkan kenorakanmu, ketakutan, dan kenakalanmu;

Kekejamanmu dan bahkan segala absurditasnya;

Dan saat kau membukanya kepada sahabatmu,

Semua hal tadi hilang ditelan lautan biru kesetiaan.

Sahabat memahamimu, kau tak perlu berhati-hati.

Kau dapat menyalahgunakan sahabat, menolaknya,

Bersikap toleransi padanya;

Namun di atas semua itu kau masih dapat bersahabat dengannya, apapun yang terjadi.

Ia menyukaimu

Seperti api yang merasuk sampai ke sumsum tulang.

Sahabatmu memahamimu, memahami…

Kau dapat menangis dengan sahabatmu, berbuat dosa dengannya, tertawa bersamanya dan berdoa dengannya;

Namun di atas semua itu – dan di baliknya

Sahabatmu melihat, mengetahui dan mencintaimu.

Seorang sahabat?

Siapakah sahabat itu?

Sekali lagi kuulangi, ia adalah orang yang dengannya

Kamu berani untuk menjadi dirimu sendiri.

Puisi ini diambil dari buku retret Emaus – Puspanita, di halaman paling belakang, kalo ada anak Puspanita yang baca. Abis halaman biodata. Lalu kenapa puisi ini gua post? Karena gua merasa puisi ini dalem banget. Baru aja nyadar. Puisi ini menceritakan kurang lebih tentang definisi sahabat, yang kalo dipersingkat intinya biar gak kayak tugas sastra makna puisi, sahabat itu orang yang paling tau elo jadi lo ga harus berpura2 di depan dia. Dan gua bacanya merasa kayak zleb gitu. Gua punya orang-orang yang gua anggep “sahabat”, tapi apakah mereka juga nganggep gua demikian? Apakah mereka juga nganggep gua sahabat dan merasa nyaman main sama gua?

Nah berhubung ini suasananya lagi suasana lulus-lulusan, jadi gua mau bikin ucapan terimakasih nih, buat orang-orang yang pernah sliwar-sliwer selama hidup gua di SMA Gonzaga (akhirnya gua sebut juga nama sekolahnya hahaha). Sekalian mo minta mangap, eh maap juga buat mereka semua.

Pertama kelas-kelas gua, yakni X7, XI IPS 3, dan XII IPS 2. Makasih X7 buat segala yang telah terjadi, makasih buat 11 Sos 3 yang ngasih gue kebahagiaan, kekocakan, dan kebersamaan, dan makasih buat 12 Sos 2 yang di dalamnya gua merasa semua orang itu pintar dan berbakat. Maaf karena selama bersama kalian gua sering keliatan ansos, sebenernya gua bukannya mo eksklusif ato apa, Cuma gua malu aja mau gabung ama kalian, ga enak gitu kalo gua tiba2 main nimbrung aja. Oh iya, buat XIS3, jujur gua AMAT SANGAT KANGEN SEKALI BANGET sama kalian… gua masih suka ngiri kalo liat kalian dengan ‘seminaris’ dan seminaris tulennya lagi kompak2an bareng… dan buat XIIS2, gua masih nungguin loh kelanjutan acara farewell kelas kita ke Puncak. Keep me informed ya!

Kedua buat teman-teman retret Puspanita, yang seru-seruan bareng di Ciawi, terutama keluarga Jangkrik (suami gue Paterus, anak-anak gue Edu dan Chia, adik dan ponakan gue Emil dan Bismo, bapak dan ibu gue Armand dan Audrey) plus gembala Fr Okta, Rm Agam, dan soulmate gua (sebut ga ya? Sebut deh à Aldo) yang masih setia memakai punya gua (gua juga kok, tenang aja Do uhuy). Thanks to you guys gua bisa mematahkan stigma retret itu boring abis dan bisa berefleksi walau hanya sebentar dan mungkin hasilnya kurang ngefek. Maaf soal hasil yang kurang ngefek itu, gua akan coba lagi terus. Doakan saya ya!

Ketiga buat teman-teman di ekskul yang dulu gua pernah ikut, yaitu komputer (Clara Merry Iona dkk), cheers (Devi Claudia Icha B dkk), saman (Sasa Hilda Ajeng dkk), dan Gonzart (Sheren Anggi Titus dkk), terima kasih buat segala ilmunya, gua jadi bisa bikin web (menang juara 1 loh), bisa ngangkat2 orang (blakangnya doang sih), bisa tepok2 badan sendiri (kesannya kok masokis banget ya), dan gambar2 di payung.. Maafkan kalo gua males gua cabut hahaha tapi serius deh, kalo ngga ada kalian mungkin gue bukan gue yang sekarang, karena gue yang dulu nggak bisa angkat2 orang, ngga bisa gambar, ngga bisa nari saman, dan ngga bisa bikin web! Kalian benar2 memberi warna ke dalam kehidupan gue cieilah

Keempat buat guru-guru, terutama Pak Dewa, Bu Irma, Sensei Ima, Pak Muji, Miss Susan, Bu Pur, Bu Helen, Bu Sri, Pak Widhi, Mam Rini, Pak Pri, Bu Siska BP, Bu Wara, Miss Kristi, Pak Yo (semua aja lu sebutin Ca), terima kasih atas segala ajarannya, saya akan coba ingat-ingat. Bagi para guru Matematika, saya sembah-sembah kalian semua karena berhasil membuat nilai saya bangkit dari 10-20 di kelas 1 jadi 90-100 di kelas 3 (wuesss). Bagi para guru Bahasa Inggris, saya berterimakasih karena kalian tidak sensi kepada saya atas kemampuan berbahasa Inggris saya (guru yang dulu2 sensi sama saya). Buat guru-guru yang lain, terima kasih banyak karena sudah mau repot mengingat nama saya. Maafkan saya kalo suka celelekan di kelas. Nggak akan saya ulangi lagi. Suer. (yaiyalah wong udah gak di Gonz lagi) OH IYAAA! Terima kasih buat guru-guru sekalian yang kemaren pas graduation dan prom ngevote saya jadi nominator Best Dress… saya gak nyangka loh Pak, Bu! Makasih makasiiiiih banyak, saya terharu hikss :’)

Last but not least buat teman-teman semua, yang kalo istirahat gua satronin, gua ceritain macem2, gua jayusin, gua lawakin, gua kata-katain, gua temenin makan, gua mintain minumannya, gua palak traktiran kalo ultah, gua surprisein, gua isengin, gua ajak jalan juga. Mulai dari Stella, Lina, Bertha, Edu, Ajeng, Audrey, Sheren, Nanette, Edo, Titus, Anggi, beserta segenap kolega (cielah kolega) yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Makasiiiiiiiiiih bangetttttttttttt karena mau berteman sama gua. MAAF, SORI, AMPUN yang sebesar-besarnya karena gua kalo ngomong gak pernah dipikir dulu. Tiga taun bersama kalian rasanya nggak cukup, dan kalo gua boleh milih, I’d redo my high school life just to be with you guys again! Kalian ngajarin gue life lessons yang belom pernah gua dapetin, you knocked me down in times I stood up too tall, you cheer me up in times I felt like drowning to the depth of the sea… all that we’ve been through, I’ll never trade it with anything! Waktu kemaren prom gue nangis2 itu bukan air mata buaya loh, gua beneran nangis karena sedih harus berpisah sama kalian... Huaaaaaaaaaaa… sumpah bok gua pengen nangis2 nulisnya huhu mana lagunya pas galau lagi T_T

Udah dulu deh, makin galau gua nulisnya. Gua harap kita semua bisa sukses di jalan kita masing-masing. Amin? Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnn!!!!!!!!!!

0 comments:

Post a Comment